Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juli 2010

Rupiah Melemah

KOMPAS/ LUCKY PRANSISKA
Ilustrasi uang pajak yang digelapkan
JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (14/7/2010) pagi turun 10 poin, karena pelaku kembali melepas mata uang Indonesia, setelah pada sore hari sempat menguat hingga berada di level Rp 9.035 per dollar.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar turun menjadi Rp 9.045-Rp 9.055 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.035-Rp 9.045.

Direktur Currency Management Group, Farial Anwar mengatakan, rupiah sepanjang pekan ini akan berada dalam kisaran sempit antara Rp 9.050 sampai Rp 9.100 per dollar. "Rupiah juga akan sulit untuk mendekati angka Rp 9.000 per dollar AS, karena Bank Indonesia (BI) akan selalu berada di pasar menjaga pergerakannya," katanya.

Menurut  Farial Anwar , rupiah akan bergerak naik apabila sentimen positif pasar yang kuat mampu mendongkrak posisi rupiah dalam kisaran sempit. "Kami memperkirakan rupiah akan dapat bergerak naik, apabila semua faktor positif seperti pemerintah mempercepat pencairan anggaran belanja modal, aktifnya perbankan menyalurkan kredit dan masuknya investor dengan meningkatkan investasi maka sektor infrastruktur dapat memicu ekonomi nasional tumbuh lebih cepat," katanya.

Pelaku asing, lanjut dia saat ini bersikap hati-hati dalam melakukan investasi di dalam negeri, mereka kemungkinan menunggu reaksi BI terhadap laju inflasi pada bulan-bulan berikut. "Laju inflasi Nopember mendatang diperkirakan akan meningkat mendorong BI menaikkan BI Rate, namun BI kemungkinan berusaha mempertahankan bunga acuan itu," katanya.

Menurut dia, apabila BI Rate naik sangat berbahaya, karena pelaku asing akan menyerbu instrumen BI dan menempatkan dananya di obligasi pemerintah seperti Surat Utang Negara (SUN). "Kami memperkirakan BI akan berusaha menahan, kecuali apabila desakan pasar makin kuat," ucapnya.
Editor: Edj   |   Sumber : ANT

Jumat, 09 Juli 2010

Bisnis e-Book Store di Indonesia, Peluang Besar Tantangan Banyak

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Pengunjung mencoba eReaders yang berfungsi untuk mengakses buku elektronik di gerai papataka.com, Jakarta Book Fair 2010, di Istora Senayan Jakarta, Minggu (4/7/2010). Buku elektronik atau e-book diperkirakan akan menjadi sebuah peluang bisnis baru dalam lingkup kemajuan industri teknologi komunikasi informasi. E-book akan menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha dot-com di seluruh dunia.
JAKARTA, KOMPAS.com - Hadirnya Papataka.com sebagai e-book store pertama yang menggunakan Digital Rights Management (DRM) merupakan sebuah sinyal bahwa industri ini merupakan bisnis yang menjanjikan di kemudian hari. Sebagai pemain pertama di bidang tersebut di Indonesia, Papataka.com juga masih terbilang fresh karena baru dirilis pada bulan Juni 2010.

"Kita baru saja rilis dengan model bisnisnya mencontoh dari Amazon yang mengeluarkan Amazon Kindle," ujar pemilik Papataka.com, An Kaliman, Minggu (4/7/2010), di Jakarta. Namun, jika Amazon memiliki eReaders sendiri yang dinamakan Amazon Kindle untuk setiap e-book yang dijualnya, Papataka.com masih menggunakan eReaders dari produk luar seperti iRiver dari Korea dan Cybook dari Prancis.

An Kaliman melihat bahwa bisnis e-book store ini cukup menjanjikan karena sifat e-book itu sendiri yang mengutamakan kepraktisan. Selain itu, perkembangan teknologi juga yang kemudian menciptakan eReaders untuk membaca e-Book, yang tentunya mendukung industri ini.

"Respon yang diterima masyarakat juga sangat positif karena untuk buku impor harganya sangat mahal. Tapi e-book yang dijual di Papataka, harganya lebih murah 20 persen dari harga buku di toko," ujarnya kepada Kompas.com.

Selain itu, ke depannya, e-Book tidak lagi akan dijual secara keseluruhan dalam satu e-book atau cover to cover, melainkan dipecah menjadi per bab. "Ini menguntungkan pembaca karena bisa melakukan preview sebelum membeli secara penuh. Kalau tidak suka, ia bisa batal membeli," ungkap An Kaliman.

Selain itu, Papataka.com juga akan menambah koleksi e-book dengan menggandeng penerbit lokal. "Kita sudah coba mendekati publisher lokal, tapi mereka masih wait and see," An menjelaskan.

Apabila bisnis ini nyatanya menguntungkan publisher, bukan tidak mungkin di kemudian hari penerbit lokal pun akan mulai merambah pasar e-book. Bisnis e-book store ini juga terbilang tidak segmented. "Kita tidak menargetkan market tertentu, karena siapa saja bisa baca e-book. Apalagi orang punya laptop sudah banyak," ujar An.

Namun, An juga menjelaskan bahwa ada dua tantangan dalam menjalankan bisnis ini yakni masalah hardware pendukung. "Hardware eReaders sekarang masih mahal, tapi saya lihat dua tahun mendatang harga eReader akan semakin menurun," ujarnya.

Sedangkan masalah lainnya, bisnis e-book store juga terkendala pengetahuan masyarakat akan e-book. An beralasan, "Banyak orang belum paham apa itu e-book dan bagaimana manfaatnya."

Adapun meski bisa terbilang baru di tanah air, e-book store dengan DRM ini sebenarnya sudah berkembang pesat di dunia barat. Kehadiran Amazon Kindle dan Apple iPad semakin membuktikan bahwa bisnis e-book menjadi lahan potensial untuk digarap.

Penulis: C10-10   |   Editor: wah   |   Dibaca : 3583

Kamis, 17 Juni 2010

Bisnis Hosting

Bisnis hosting yang saya luncurkan September 2009 lalu, kini benar-benar menjadi perhatian besar para internet marketer dan pebisnis online Indonesia. Banyak sekali iklan bisnis ini bertebaran di berbagai blog, website dan facebook. Yang menarik, orang-orang yang masih pemula di bisnis internet juga banyak juga terjun menekuni bisnis hosting ini.
Bisnis hosting yang saya gagas itu, memang menjanjikan potensi penghasilan yang sangat besar. Dengan komisi antara $50 - $125 per penjualan, tentu saja  peluang bisnis ini sangat menggiurkan…!
Melihat fenomena itu, saya sangat bersyukur sekali. Mudah-mudahan saja, ide usaha ini, bisa membantu banyak orang, khususnya para pemula, memiliki penghasilan besar dari menjalankan bisnis di internet. Itulah memang sasaran utama saya.
Skema bisnisnya sangat sederhana. Sebab memang, awalnya, saya ciptakan konsep itu khusus untuk membantu para member saya di Internet Bisnis Network yang sedang kesulitan cari uang lewat internet.
Lalu saya rancanglah sebuah ide usaha yang kira-kira hasilnya besar, namun bisa dikerjakan oleh member saya yang masih pemula. Alhasil, lahirlah gagasan  bisnis hosting itu. Dan karena memang hanya saya tujukan untuk pemula, pola bisnisnya menjadi amat sangat sederhana sekali.